Yang Patah Tumbuh Yang Hilang Berganti

Banda Neira adalah proyek iseng bertanggung jawab yang menjunjung tinggi spirit amateurisme.

Dulu ketika tinggal di Jakarta Rara Sekar adalah aktivis Hak Azasi Manusia di LSM Kontras. Kini ia hijrah ke Bali dan jadi pegiat sosial di organisasi non profit Kopernik. Kerjaanya, membagikan teknologi tepat guna untuk memberdayakan masyarakat di berbagai tempat. Sementara Ananda Badudu, dulu, kini, dan nanti adalah wartawan harian di Tempo. Kerjaanya, setiap hari keliling Jakarta mencari berita.

Siapapun tahu hidup di Jakarta akan terasa penat jika tak diselingi kegiatan-kegiatan menghibur diri. Oleh karena itu keduanya sepakat membentuk band. Formatnya sederhana saja, dua orang dan satu gitar. Kadang ada xylophone mainan nyempil. Atau impersonisasi terompet berhubung tak punya alat sesungguhnya. Meski formatnya dua orang, mereka menolak disebut duo, inginnya disebut band. Tak tahu pasti apa maksudnya.

Lanjutkan membaca “Yang Patah Tumbuh Yang Hilang Berganti”

Iklan