cats

Tahun ini, ada banyak kekecewaan yang harus saya telan. Setelah gagal menonton Show Juru Bicara milik Pandji, saya juga harus menerima kenyataan gagal lagi menonton Stand Up Gunung.

Meski tidak cukup membayar dua kekecewaan tersebut, tapi sepertinya saya cukup beruntung karena sempat untuk menonton Stand Up Comedy Show “EATIMEWA”. Pertunjukan ini cukup berhasil menjadi penghibur duka.

Sebagai salah satu penonton, saya membuat tulisan ini sebagai wujud apresiasi bahwa EASTIMEWA telah berhasil membuat saya benar-benar terpukau.

Konsep acara.

Dengan latar kos-kosan putra dengan penghuni anak-anak timur, saya cukup suka dengan konsep yang diusung. Latar belakang kisah tentang hilangnya perhiasan dari ibu kos yang diperankan oleh Ipus seperti sudah terkonsep dengan baik.

Video Syangit sebagai bapak kos dan Ipus sebagai ibu kos yang sedang tidur satu ranjang sudah membuat pecah suasana sejak show baru dibuka. Ipus sepertinya telah berhasil mengambil hati para penonton dengan perannya.

Jujur, sebenarnya saya tidak terlalu menyukai gimmick dalam pertunjukan Stand Up Comedy. Tapi tidak bisa saya pungkiri, gimmick yang ditampilkan di EASTIMEWA ini lucu banget. Nyatanya tawa penonton benar-benar pecah.

Tapi buat saya yang membuat lucu bukannya gimmcik yang disuguhkan, lebih pada celetukan-celetukan yang selalu keluar dari mulut Syangit atau Ipus.

Mengikuti konsep acaranya, panggung Stand Up nya di set seperti ruang tamu kos-kosan. Setiap performer tampil bergantian dan setelah perform dia diinvestigasi oleh Syangit dan Ipus selaku bapak dan ibu kos.

Untuk sebuah Stand Up Show dengan performer lokal, konsep yang sungguh niat ini harus diacungi jempol.

Saya paling suka saat dibagian ending dimana seluruh performer sudah perform dan sama-sama duduk di panggung. Celetukan Aly Akbar dalam menyebut nama-nama sponsor benar-benar pecah.

Performer.

Ada 1 opener dan 4 performer dalam pertunjukan EASTIMEWA ini. Berikut review tiap-tiap performer :

Wahid Setiawan.

Sebagai opener, Wahid terlihat agak gugup, terlebih saat mic yang dia gunakan mati-mati. Sangat disayangkan.

Penampilan Wahid bisa dibilang standar. Saya tidak cukup puas. Agak aneh saat Wahid menjelaskan beberapa punchline, yang akhirnya malah membuat suasana semakin drop.

Jika puncline tidak dimakan penonton, mungkin sebaiknya geser saja kemateri selanjutnya. Yang lebih disayangkan, setelah punchline sudah kena, dia menjelaskan maksud dari puchlinenya tersebut, saya kira mau dikasih double puch, gak taunya… udah gitu ajah. Haduh.

Saya tidak tau dengan pendapat penonton yang lain, tapi yang saya rasakan kurang lebih seperti itu tanpa bermaksud menjelekan.

Tapi sebagai opener, Wahid cukup berhasil membuat panas suasana.

Aly Akbar.

Seperti yang selalu digembar-gemborkan sebagai comic rising star Jogja,  Aly benar-benar menunjukan tajinya. Aly sepertinya performer yang paling lama. Berdasarkan perhitungan teman saya, Aly perform selama 30 menit sekian. Lebih lama dibanding performer lainnya.

Tapi selama 30 menit itu, saya benar-benar puas dengan penampilan Aly. Menurut saya titik tawanya pun cukup rapet. Materi absurd dan wordplay khas milik Aly benar-benar membuat rusak otak saya.

Kagum saya waktu Aly seperti mencoba untuk ber story telling. Set up panjang dibawakan dengan tenang, dan punchlinenya benar-benar diluar ekspektasi. Pecah.

Mic bermasalah dan gangguan dari suara bayi yang nangis seakan bukan masalah, Aly bisa menanganinya dengan tenang.

Sebagai penampil pertama line up EASTIMEWA, Aly benar-benar membuat standar yang cukup tinggi.

Aan Papeda.

Standar yang dibuat Aly pada penampilan pertamanya sepertinya tidak bisa diungguli oleh Aan. Bukan berarti Aan tidak lucu, tapi sepertinya ekspektasi saya terlalu tinggi setelah menonton Aly dan agak kecewa dengan penampilan Aan.

Aan benar-benar membawa keresahan yang cukup tebal tentang ketimurannya. Jokes blue yang dia bawakan cukup asik untuk didengarkan.

Aan sepertinya agak blank di tengah penampilannya. Setengah kebelakang juga seperti menurun. Tapi saya masih sangat menikmati penampilan Aan.

Fathi Djunaedi.

Orang ini membuat otak saya benar-benar rusak. Punchline absurd dengan wordplay nya benar-banar gila. Sayang Fathi tidak cukup konsisten.

Di tengah penampilan Fathi seperti gugup dan blank. Beberapa materi yang tidak kemakan kemudian diarahkan menjadi pesan moral. Itu Wadaw sih.

Fathi memang tidak cukup berhasil sepertinya.

Mamat Alkatiri.

Sebagai opener Juru Bicara Jogja, Mamat sepertinya berhasil menunjukan kelasnya. Saya benar-benar ketawa puas dengan penampilan Mamat.

Perlawanan terhadap stigma tentang orang timur baru saya rasakan di penampilan Mamat. Keresahannya tebel. Dengan keresahan yang Mamat punya tentang orang timur, materi Mamat jadi tambah keren.

Bermain dengan data, Mamat seolah menunjukan kemirisan yang dirasakannya. Penampilannya konsisten dari awal hingga akhir.

Menjelang akhir, ada satu titik dimana Mamat selama beberapa menit tidak menyampaikan joke, hanya menyampaikan kegetirannya. Seluruh penonton benar-benar bisa dibuat diam olehnya.

Namun karena ini Stand Up Comedy, Mamat kembali mengolah kegetirannya menjadi sebuah comedy yang apik.

Dia ibarat Man Of The Match di EASTIMEWA. Standing Applouse memang layak untuk Mamat Alkatiri.

Kesimpulan.

EASTIMEWA benar-benar istimewa. Memang ada beberapa part dimana saya dibuat tidak mengerti karena penyebutan diksi-diksi timur yang berulang. Namun saya sangat menikmati kehangatan dan tawa lepas di EASTIMEWA.

Masalah teknis di mic mungkin bisa lebih diperhatikan kedepannya. Keterlambatan masih bisa ditolerir, tapi jika telat 1 jam, agak kebangetan sih.

Tapi untuk sebuah pertunjukan Stand Up Comedy dengan performer comic lokal semua, saya benar-benar dibuat sangat puas. EASTIMEWA telah berhasil menyajikan hiburan yang berkelas.

NB : Saya hanya menyampaikan apa yang saya rasakan, apa yang saya alami dan apa yang saya tau tanpa bermaksud sok tau.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s