Membicarakan Tentang Music #30 DaysMusicChallenge

Music-And-Nature-HD-Wallpaper

Seperti M150 atau Tebs yang sering digunakan sebagai pelengkap oplosan supaya lebih nikmat, musik juga selalu menjadi pelengkap untuk saya mengkonsumsi oksigen untuk hidup. Ya, setidaknya dengan musik, hidup jadi tidak sekedar hidup. Biar ada rasa yang bisa dinikmati, jadi tidak pait-pait amat.

Setiap harinya saya bisa menghabiskan waktu berjam-jam dengan headset tersumpal di telinga untuk mendengarkan musik. Tidak peduli hal ini tidak sehat untuk telinga, yang penting ini sehat untuk mental dan jiwa saya. Jika saya tidak memiliki support perangkat cukup untuk mendengarkan musik, mungkin saya sudah gila sejak lama.

Youtube dan Spotify selama ini masih menjadi platform andalan untuk saya mendengarkan musik. Ya walaupun masih ada juga beberapa lagu bajakan yang saya simpan di Hardisk maupun Handphone jika kuota mulai sekarat. Tak apalah, kalo nanti sudah kaya, saya pasti bakal hedon langganan Spotify.

Lanjutkan membaca “Membicarakan Tentang Music #30 DaysMusicChallenge”

Iklan

Selamat Tinggal Tahun 2016 yang Nganyeli (Menyebalkan).

walk away - storyofjho

Semua ada masanya. Ada masanya bersedih ada masanya gembira. Namun sepertinya tahun 2016 ini prosentasi kesedihan jauh lebih besar daripada kegembiraan yang saya rasakan. Sebentar… kata kesedihan mungkin kurang tepat, lebih tepatnya “Nganyeli”. Ya sepertinya itu jauh lebih cocok.

Menyedihkan itu kalo cewek yang kita sayang tiba-tiba meninggal karena nabrak bus tolelolet. Nah, kalo cewek kita di BBM gak pernah bales tapi masih sempet gonta-ganti PM, itu baru nganyeli.

Nganyeli ; anyel (bahasa jawa) – mengesalkan, membuat kesal, menyebalkan

Orang-orang bisa sampe heboh sama video YouTube tentang Flat Earth. Eh peli penyu, percuma sekolah bertahun-tahun kalo langsung percaya sama video kaya gitu. Sekalian aja nyebar isu kalo Bumi itu jajaran genjang.

Lanjutkan membaca “Selamat Tinggal Tahun 2016 yang Nganyeli (Menyebalkan).”