bakat-menggonggong-storyofjho1

Dea Anugrah memang bajingan. Bakat memang tidak pernah menipu. Jika menggonggong adalah analogi dari “Bercerita/Bertutur/Berkisah”, Buku Bakat Menggonggong ibarat sebuah ikrar dari Dea Anugrah “Ki lho bakatku”.

Dikumpulan cerpen pertamanya ini dia memamerkan berbagai macam teknik penulisan cerpen tingkat wahid. Saya benar-benar dibuat minder dan merasa begitu cemen setelah membaca kumpulan cerpan di buku Bakat Menggonggong.

Dea Anugrah seperti ingin menyenangkan dirinya sendiri dengan teknik penceritaannya. Tidak peduli dengan kecerdasan pembacanya, kalo merasa gak mampu mencerna, baca saja majalah Bobo.

Di buku kumpulan cerpen pertamanya, Dea Anugrah langsung menunjukan kelasnya. Semua cerita yang ada dibuku ini dieksekusi secara apik dan berkelas.

Kadang saya memang dibuat tak mengerti, tapi dengan tekad kuat saya berusaha untuk menelaah cerita-cerita yang ingin disampaikan. Saya merasa kaya anak SD yang dipaksa belajar tentang teori kuantum. Saya tau karya ini keren, tapi dengan teknik yang njlimet, saya dibuat tak berdaya untuk menelaahnya. Saya sadar diri saja, memang saya tidak cukup berbakat.

Niatannya beli buku ini untuk menambah refrensi menulis cerpan. Tapi setelah mendapati teknik yang begitu kompleks, serasa pengen berhenti belajar nulis dan jadi kuli panggul pasir saja.

Meski terasa seolah tak berusaha keras untuk menjerat pembacanya, tapi buku ini telah berhasil menjerat saya. Seperti orang yang habis nyimeng, saya dibuat ngefly dengan setiap cerita yang ada di buku ini.

bakat-menggonggong-storyofjho2

Tema-tema yang diusung benar-benar diluar batas pemikiran saya yang masih ada di level easy. Sebut saja Kisah Sedih Kontemporer (IV) yang menceritakan tentang perseteruan suami istri dengan koin. Atau Kisah Sedih Kontemporer (IX) menceritakan 2 mantan pasangan yang saling berbalas pesan. Ini tema macam apa dan gaya nulis macam apa. Dijamin kamu akan kaget saat membaca dua kisah ini.

Ada beberapa cerita yang paling berkesan buat saya, diantaranya Kisah Rumah Tangga dan Perbedaan Antara Baik dan Buruk.

Masalah hubungan percintaan dan relationship yang jadi tema sejuata umat dibuat sangat berkelas ditangan Dea Anugrah. Ceritanya tidak biasa, dan alurnya sangat diluar dugaan.

Sebenarnya hampir semua cerita memiliki alur yang diluar dugaan dan hal-hal tak biasa lainnya yang ditampilkan. Ya, Dea Anugrah memang bajingan. Saya rasa akan kembali membaca buku ini diwaktu luang, didalam kamar sendirian sambil meratapi diri saya yang telah dihantam telak dengan teknik-teknik yang disajikan Dea Anugrah.

Apakah buku ini bagus? Ya jelas tentu saja. Buku ini jadi salah satu buku Indonesia rilisan terbaik tahun 2016 versi Rolling Stone Indonesia. Dijamin, ini adalah buku yang bergizi.

Namun diperlukan fokus extra untuk membaca buku ini. Jika kamu sudah membacanya berulang kali dan masih belum mengerti juga, sudah berhenti saja dan mulailah meratapi dirimu yang tidak cukup berbakat. Lebih baik baca dan kaji Al-Quran ajah, biar gak gampang ditipu “PAKAI” surat Al-Maidah ayat 51.

Iklan

7 tanggapan untuk “[REVIEW BUKU] BAKAT MENGGONGGONG – DEA ANUGRAH.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s