Music-And-Nature-HD-Wallpaper

Seperti M150 atau Tebs yang sering digunakan sebagai pelengkap oplosan supaya lebih nikmat, musik juga selalu menjadi pelengkap untuk saya mengkonsumsi oksigen untuk hidup. Ya, setidaknya dengan musik, hidup jadi tidak sekedar hidup. Biar ada rasa yang bisa dinikmati, jadi tidak pait-pait amat.

Setiap harinya saya bisa menghabiskan waktu berjam-jam dengan headset tersumpal di telinga untuk mendengarkan musik. Tidak peduli hal ini tidak sehat untuk telinga, yang penting ini sehat untuk mental dan jiwa saya. Jika saya tidak memiliki support perangkat cukup untuk mendengarkan musik, mungkin saya sudah gila sejak lama.

Youtube dan Spotify selama ini masih menjadi platform andalan untuk saya mendengarkan musik. Ya walaupun masih ada juga beberapa lagu bajakan yang saya simpan di Hardisk maupun Handphone jika kuota mulai sekarat. Tak apalah, kalo nanti sudah kaya, saya pasti bakal hedon langganan Spotify.

Ada banyak genre yang bisa saya lahap, mulai dari folk, punk hingga post hardcore. Yang jadi standarnya adalah telinga saya. Selama telinga masih bisa menerima, pasti akan saya konsumsi. Selain elemen suara, tak jarang saya juga mengulik dalam hingga ke liriknya buat mencari lagu yang relate sama hidup.

Saya kira ada banyak orang yang melakukan hal serupa seperti ini. Mereka mencari lagu yang pas untuk dijadikan soundtrack buat setiap momen hidup.

Bermodal kecintaan saya pada musik dan tuntutan disiplin menulis, akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti #30daymusicchallenge. Challenge ini menuntut saya membongkar playlist lagu dan mengulasnya sesuai dengan tema hariannya. Setiap ulasan saya berikan secara sangat personal, jadi jangan heran jika kadang ada sedikit kebaperan yang saya curahkan.

Saya tau challenge ini dari Tumblr, jadi saya memutuskan untuk menuliskannya di Tumblr juga. Selain karena alasan itu, saya rasa platform tersebut lebih cocok untuk melatih kedisiplinan saya dalam menulis dan lebih cocok dengan tulisan-tulisan mikro dibawah 300 kata, atau bahkan 200 kata.

Saya memulai challenge sejak akhir Desember, dan bisa saya tuntaskan pada akhir Januari ini. Puji Tuhan semuanya bisa saya lengkapi. Meski beberapa kali sempat bolong, namun pasti bisa saya tambal kekosongan itu di hari selanjutnya.

Mengerjakan challenge ini terasa begitu menyenangkan. Saya akhirnya bisa membedah playlist lagu milik saya dan bisa membagikannya secara publik. Semoga saja bisa dapet kenalan baru karena kesamaan selera. Syukur-syukur juga kalo bisa ketemu jodoh.

Dalam setiap ulasan, adakalanya saya begitu baper dan begitu mendalami. Adakalanya juga saya seperti malas-malasan dan menuliskannya hanya untuk memenuhi tuntutan. Tapi seperti apapun bentuknya, saya cukup senang bisa menyelesaikan challenge ini karena setidaknya saya bisa cukup disiplin untuk memenuhi tanggung jawab menulis setiap hari. Seperti yang Dewi Lestari sampaikan, menulis itu butuh stamina. Dan mengerjakan challenge ini adalah program pelatihan saya dalam meningkatkan stamina menulis.

Ulasan dari setiap challenge yang saya kerjakan bisa teman-teman baca di list di bawah ini. Setelah membaca jangan lupa bersapa disini jika ada kesamaan selera atau ingin sharing tentang musik. Salam


 

Iklan

2 tanggapan untuk “Membicarakan Tentang Music #30 DaysMusicChallenge

  1. Selalu suka sama tulisan tentang musik. Dulu pernah ikut 30 day music challenge di multiply tapi tersendat di hari ke-15. Pingin ikutan lagi tapi siap-siap energy dulu ah. Mendengarkan musik selalu jalan terus, stamina nulis dan disiplin nih yang harus dikasih dopping 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s