[REVIEW BUKU] LELAKI HARIMAU – EKA KURNIAWAN.

Lelaki-harimau-2

Pada lanskap yang sureal, Margio adalah bocah yang menggiring babi ke dalam perangkap. Namun di sore ketika seharusnya rehat menanti musim perburuan, ia terperosok dalam tragedi pembunuhan paling brutal. Di balik motif-motif yang berhamburan, antara cinta dan pengkhianatan, rasa takut dan berahi, bunga dan darah, ia menyangkal dengan tandas. “Bukan aku yang melakukannya,” ia berkata dan melanjutkan. “Ada harimau di dalam tubuhku.”

©Eka Kurniawan

Pertama kali diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2004.

Cetakan ketujuh
PT. Gramedia Pustaka Utama, Oktober 2016

190 hlm.

 

Lanjutkan membaca “[REVIEW BUKU] LELAKI HARIMAU – EKA KURNIAWAN.”

[REVIEW BUKU] CINTA TAK PERNAH TEPAT WAKTU – PUTHUT EA.

LRM_EXPORT_20170417_181853

“Aku” seorang penulis yang terjebak dalam trauma masa lalu yang cukup kelam. Ia terus melangkah, berusaha menyembuhkan lukanya dan berharap luka masa lalu itu bisa sembuh sebelum dia memulai sesuatu yang baru. Novel ini menceritakan tentang tokoh “Aku” dengan pergolakan pemikirannya, goncangan batin, pencarian cinta, dan upaya menyembuhkan luka. Novel ini mengajarkan kita untuk terus berjalan meskipun deretan ironi terlah banyak melukai.  

©Puthut EA

Cetakan kelima
Buku Mojok, Februari 2016

263 hlm.

Lanjutkan membaca “[REVIEW BUKU] CINTA TAK PERNAH TEPAT WAKTU – PUTHUT EA.”

[REVIEW BUKU] PARA BAJINGAN YANG MENYENANGKAN – PUTHUT EA

IMG_20170328_172355k

Sekelompok anak muda yang merasa hampir tidak punya masa depan karena nyaris gagal dalam studi tiba-tiba seperti menemukan sesuatu yang dianggap bisa menyelamatkan kehidupan mereka: bermain judi. Buku ini merekam kisah Puthut EA bersama sahabat-sahabatnya. Tentang kenakalan mereka, kejadian-kejadian diluar pakem kelumrahan yang mereka alami, dan berbagai kegilaan lainnya.

©Puthut EA

Buku Mojok, Desember 2016
178 hlm.


Lanjutkan membaca “[REVIEW BUKU] PARA BAJINGAN YANG MENYENANGKAN – PUTHUT EA”

[REVIEW BUKU] CORAT CORET DI TOILET – EKA KURNIAWAN.

Corat Coret Di Toilet

Eka Kurniawan selalu bisa menangkap pengalaman-pengalaman sosial yang dia liat atau terjadi disekitarnya dan menuangkannya dengan balutan cerita yang unik dan menarik. Memadupadankan kisah-kisah sosial ini dengan balutan fantasi maupun drama. Corat Coret di Toilet berisi cerpen-cerpen Eka Kurniawan yang dia buat dari periode 1999-2000. Setiap cerpen yang dia tulis selalu menyelipkan “keresahan” tentang suatu tatanan sosial. Setiap cerpen yang ditulis akhirnya menjadi seperti jejak sejarah. Setiap moment-moment sejarah yang pernah menimpa Indonesia, dia rekam dari sudut pandangnya menjadi suatu kisah drama kemanusiaan.

©Eka Kurniawan

PT Gramedia Pustaka Utama,

April 2014
April 2016
Juni 2016

125 hlm.

Lanjutkan membaca “[REVIEW BUKU] CORAT CORET DI TOILET – EKA KURNIAWAN.”

[REVIEW BUKU] MERASA PINTAR, BODOH SAJA TAK PUNYA – RUSDI MATHARI

cameringo_20170210_142346

Cak Dlahom, duda tua yang hidup sebatangkara dan tinggal di sebuah rumah dekat kandang kambing Pak Lurah. Cak Dlahom kerap menjadi komentator hal-hal yang berkaitan dengan substansi agama. Cak Dlahom yang dianggap gila nyatanya omongannya sering ada benarnya juga. Buku ini mengisahkan bagaimana Cak Dlahom hidup bersama para tetangganya. Bersetting di suatu desa di tanah Madura pada bulan Ramadhan, kisah-kisah di dalam buku ini menjadi suatu refleksi atau bahan perenungan dalam kita memandang dogma agama dan bagaimana kita menjalani hidup beragama dan bermasyarakat.

Merasa Pintar Bodoh Saja Tak Punya : Kisah Suffi Dari Madura
©Rusdi Mathari

Penyunting : Prima S. Wardhani
Buku Mojok, September 2016
226 hlm.

***

Lanjutkan membaca “[REVIEW BUKU] MERASA PINTAR, BODOH SAJA TAK PUNYA – RUSDI MATHARI”

[REVIEW BUKU] THE SEVEN GOOD YEAR – ETGAR KERET.

Seven-Good-Year-01

Bagi Etgar Keret hidup di daerah konflik tidak melulu tentang penderitaan. Lewat cara pandangnya yang unik dan jenaka, Keret selalu optimis bahwa segalanya akan baik-baik saja. The Seven Good Year adalah memoar dari penulis berkebangsaan Israel, Etgar Keret. The Seven Good Year adalah memoar yang humanis, cerkas, mengharukan, sekaligus lucu. Buku ini menceritakan tentang kehidupan Etgar Keret sebagai penulis dengan segala ironi yang dia hadapai. Namun dibalik itu, Keret juga selalu menemukan sudut pandang yang bisa ditertawakan.

©Etgar Keret

Penerjemah : Ade Kumalasari

Riverhead Books, New York, 2015

Bentang Pustaka, Indonesia, 2016

Lanjutkan membaca “[REVIEW BUKU] THE SEVEN GOOD YEAR – ETGAR KERET.”

[REVIEW BUKU] ENDORPHIN – R.E. HARTANTO.

endorphin-storyofjho1

Seorang pembunuh bayaran disewa untuk menghabisi nyawa seseorang. Ia menghabiskan waku seribu tujuh puluh hari enam hari sampai akhirnya dia menemukan bahwa targetnya ternyata sudah mati dan menjadi hantu. Wajah hantu itu sangat mirip dengan wajah nenek si pembunuh yang dicintainya – yang sudah wafat bertahun lalu. Pembunuh itu pensiun dari pekerjaannya lalu menetap di sebuah pedesaan dan menjadi penulis sampai meninggal. Kisah-kisah dalam buku ini ditemukan di pondok tempat tinggalnya.

***

Alasan saya tertarik membaca buku ini tentu saja karena buku ini terbitan Buku Mojok, dimana saya adalah salah satu Pembaca Mojok.co. Semakin diyakinkan lagi setelah buku ini masuk sebagai salah satu buku terbaik rilisan tahun 2016 versi Rolling Stone Indonesia.

Lanjutkan membaca “[REVIEW BUKU] ENDORPHIN – R.E. HARTANTO.”

[REVIEW BUKU] PHARMACOPHOBIA “AKU INGIN SAKIT GIGI LAGI – AHMAD MUFID.

Pharmacophobia-01

Mufid, Joni, dan Herman berencana kemah tiga hari di gunung Candi Gedong Songo. Namun, baru satu malam, Mufid dan Joni sudah kelimpungan sakit gigi lantaran tak kuat menahan dinginnya suhu 21ᵒ C. Demi sembuh, Joni memeriksakan giginya ke klinik milik teman Herman. Sementara Mufid menolak karena dia menderita Pharmacophobia (Phobia pada obat―takut minum obat). Selain itu Ira, sang dokter gigi sekaligus teman Herman adalah mantan pacar Mufid dan Mufid berusaha menutupi hal ini dihadapan Joni karena dia naksir pada Ira. Karena tidak mau mengakui Pharmacophobianya Mufid harus mengalami masalah dengan Yana―pacarnya. Bagaimana kisah Mufid, Yana, dan teman-temanya?

© Ahmad Mufid

Indie Book Corner, 2015

Lanjutkan membaca “[REVIEW BUKU] PHARMACOPHOBIA “AKU INGIN SAKIT GIGI LAGI – AHMAD MUFID.”

[REVIEW BUKU] BAKAT MENGGONGGONG – DEA ANUGRAH.

bakat-menggonggong-storyofjho1

Dea Anugrah memang bajingan. Bakat memang tidak pernah menipu. Jika menggonggong adalah analogi dari “Bercerita/Bertutur/Berkisah”, Buku Bakat Menggonggong ibarat sebuah ikrar dari Dea Anugrah “Ki lho bakatku”.

Dikumpulan cerpen pertamanya ini dia memamerkan berbagai macam teknik penulisan cerpen tingkat wahid. Saya benar-benar dibuat minder dan merasa begitu cemen setelah membaca kumpulan cerpan di buku Bakat Menggonggong.

Dea Anugrah seperti ingin menyenangkan dirinya sendiri dengan teknik penceritaannya. Tidak peduli dengan kecerdasan pembacanya, kalo merasa gak mampu mencerna, baca saja majalah Bobo.

Di buku kumpulan cerpen pertamanya, Dea Anugrah langsung menunjukan kelasnya. Semua cerita yang ada dibuku ini dieksekusi secara apik dan berkelas.

Lanjutkan membaca “[REVIEW BUKU] BAKAT MENGGONGGONG – DEA ANUGRAH.”

[REVIEW] Buku Sabtu Bersama Bapak

Sumber : msdailylife.wordpress.com

Menjelang lebaran ini, bioskop Indonesia sedang diramaikan dengan film-film lokal yang keren-keren. Salah satunya adalah Sabtu Bersama Bapak. Film ini diadaptasi dari sebuah buku karya Adithya Mulya.

Ini bukan kali pertama, buku Adithya Mulya diadaptasi menjadi sebuah film. Sebelumnya, “Jomblo” sangat sukses sebagai film adaptasi buku. Dan rasanya, adaptasi dari Sabtu Bersama Bapak ini juga akan sukses.

Banyak komentar bersliweran di twitter kalo film Sabtu Bersama Bapak ini beneran keren dan asik ditonton. Sayangnya saya belum punya duit buat nonton ke bioskop, jadi gak bisa komentar apa-apa.

Tapi, biarpun begitu, saya cukup beruntung karena sudah memiliki bukunya dan sudah kelar membacanya. Jadi, kali ini saya mau iseng-iseng mereview buku Sabtu Bersama Bapak.

P.S : Semoga bisa nonton filmnya biar bisa kasih review juga.

P.S.S : Review ini bersifat sangat subyektif dan ditulis bukan oleh seorang pengamat profesional.

Lanjutkan membaca “[REVIEW] Buku Sabtu Bersama Bapak”