[CERPEN] Tumbuh Bersama Diladang yang Berbeda

Sumber : wallarthd.com

Perkenalkan nama saya Jho dan saya ini jomblo

Kelihatan dari mukanya gitu kan. Penuh tatapan nanar.
Dari keringetnya ajah baunya lain. Ini yang didepan ini penasaran nyari tau bedanya.

Suasana yang awalnya hening tiba-tiba mulai gaduh, soalnya ada konvoi motor King. Tak beberapa lama suara gaduh dari knalpot King menghilang. Aku melanjutkan.

Saya emang susah nyari cewek, tapi saya juga milih-milih kalo nyari cewe. Soalnya, kadang saya suka illfeel sama cewe yang mukanya sih cantik, tapi ngomongnya ngapak.

Rasanya itu ganjel banget dikuping. Udah ngapak, sok-sokan pake lo gue lagi. Bukannya jadi gaul malah kedengeran kaya lagi nomong pake bahasa Slovakia.

Masih belum ada tawa, cuma ada suara riak-riak tak jelas dari pengunjung cafe dan suara gaduh sendok yang beradu dengan piring. Ada teriakan lirih mengalun, “Inyong we ngapak, juk ngapa. Ora ngapak ora kepenak. (Saya saja ngapak, terus kenapa. Tidak ngapak, tidak enak.)”

Walaupun sekarang jomblo, saya dulu pernah pacaran yah. Kita udah mau tunangan tapi akhirnya saya diputusin karena mantan saya lebih memilih cowok lain.

Suara lirih itu kembali mengalun, “Ya pantes diputus. Wes rupane elek, ora lucu, cangkeme rusak (Ya pantes diputus, sudah mukanya jelek, gak lucu, mulutnya rusak).” Dalam hati, rasanya pengen tak colok mata itu cewek pake garpu. Tapi saya urungkan niat tersebut dan mempertimbangkan menggunakan gagang cangkul. Ya, mungkin rasanya bakal lebih greget.

Lanjutkan membaca “[CERPEN] Tumbuh Bersama Diladang yang Berbeda”

Iklan

Terus Perkatakan Kebenaran, Jangan Biarkan Tersembunyikan.

Sumber : semarangdaily.com

Saya selalu bertanya-tanya, mengapa ada begitu banyak orang yang rela keluar dari kenyamanannya dan memperjuangkan sesuatu yang notabene perjuangan itu tidak serta merta dihargai semua orang.

Widji Thukul, Munir, dan mungkin masih banyak lagi tokoh pejuang HAM yang rela kehilangan nyawanya. Memang ada banyak orang yang akhirnya ikut kedalam arus perjuangan seperti mereka, tapi tidak sedikit juga orang-orang yang memandang skeptis hal ini.

Saya lahir di tahun ’93. Masih terlalu muda untuk saya mengerti berbagai kejadian yang terjadi pada jaman kekuasaan ORBA. Tidak hanya berhenti di layer “belum mengerti”, bahkan selama 19 tahun saya hidup, saya diperhadapkan dengan tembok “mending tidak usah mengerti”.

Setiap hari saya selalu melihat sticker “Pie Kabare Le, Penak Jamanku To” di kaca mobil Bapak. Bapak saya selalu berkata bahwa jaman kepemimpinan Bapak Pembangunan, rakyat benar-benar makmur. Semua hal serba masih murah. Tidak seperti sekarang ini.

Saya selalu bertanya dalam benak, sebenarnya apakah yang dulu sempat terjadi. Kenapa orang-orang terpecah dalam dua kubu. Mereka yang begitu terbuai kenangan jaman ORBA dengan kemakmurannya, dan mereka yang berjuang mati-matian jangan sampai jaman ini terualang lagi.

Sebenarnya pihak mana yang benar? Apakah saya harus memihak? Atau saya hanya harus berdiri di zona abu-abu dan tidak mau tau dengan semua kebenarannya?

Lanjutkan membaca “Terus Perkatakan Kebenaran, Jangan Biarkan Tersembunyikan.”

Pentingkah Membangun Hubungan Dengan Rekan Kerja?

Sumber : ayobuka.com

Apakah kamu memiliki hubungan yang baik dengan rekan-rekan sekerjamu? Jika iya, kira-kira seberapa pentingkah hal itu untukmu? Jika kamu merasa hal itu tidak penting, apa alasannya?

Saya sudah pernah bekerja di beberapa tempat kerja yang berbeda. Di setiap tempat kerja ini saya selalu dipertemukan dengan orang-orang yang berbeda. Menghabiskan waktu kurang lebih 48 jam per minggu di tempat kerja, menjadikan saya memiliki waktu lebih banyak dengan rekan-rekan ditempat kerja daripada dengan keluarga.

Dengan waktu yang begitu intensnya, menurut saya sangat perlu untuk membangun hubungan yang baik dengan rekan sekerja kita ini. Dunia kerja memang cukup ganas dan unpredictable. Kadang sesama rekan kerjapun bisa saling sikut untuk berebut jabatan. Tapi begitu naif jika hanya dengan alasan itu kita menjadi antipati dengan rekan-rekan sekerja kita.

Lalu seberapa pentingkah membangun hubungan dengan rekan sekerja ini?

Lanjutkan membaca “Pentingkah Membangun Hubungan Dengan Rekan Kerja?”

Perjalanan Mengalahkan Diriku Sendiri

1462634725373 (1)

Sudah satu bulan sejak update terakhir blog ku, dan aku masih belum yakin mau menulis apa lagi untuk menghidupkan blog ini. Menjadi pegawai disebuah kantor memang cukup menyita waktuku. Aku harus fokus di pekerjaan utamaku dan sementara harus mengesampingkan ego ku untuk berkarya. Sebenarnya kerjaannku sama-sama nulis juga sih (aku menulis di compusiciannews.com), i really enjoy my job. Tapi gimanapun juga kerja tetaplah kerja, disitu aku harus mengikuti standar dan aturan perusahaan. Aku benar-benar kangen bisa menulis sesuatu secara subyektif.

Janjiku pada diriku sendiri adalah setiap minggu aku akan rutin mengupdate blog ini sebagai pelampiasan ide dan pikiranku. Tapi apa daya, akhirnya jadi wacana dan baru bulan ini bisa update lagi. Tapi tak apalah, semuanya baik di waktu yang tepat. Seperti aku yang baru bisa menulis sekarang, mungkin inilah waktu yang paling tepat buatku.

Anyway, aku juga sudah lama banget gak berpetualang dan gak menuliskan kisah petualanganku. Terakhir kali aku mengisahkan petualanganku,  aku menulisnya di artikel “Ngetrip Biar Hidup Lebih Maximal“. Dan ini aku tulis tahun lalu. Derrrr !!!

Aku selalu menikmati perjalananku menembus alam. Bukan karena mau sok-sok an jadi anak hits atau ngikutin tren ngetrip, tapi aku selalu mendapat sesuatu yang baru dari setiap perjalanan itu.

Tahun lalu untuk pertama kalinya aku mendaki gunung Andong di Magelang, dan tahun ini aku berkesempatan untuk mendaki gunung Prau di Dieng.

Lanjutkan membaca “Perjalanan Mengalahkan Diriku Sendiri”

Layakah Disebut Penulis (Sebuah Perenungan – Back To Blogging)

Sumber : Pixabay

Entah sudah berapa lama sejak postingan terakhir blog ini dibuat. Lagi pula entah blog ini ada yang baca atau engga. Tapi bagaimanapun juga, blog ini harus tetap ada sebagai bentuk komitmenku untuk berkarya.

Entah sudah berapa lama, sejak hidupku diguncang habis-habisan. Kuliah harus stop gara-gara gak ada biaya, nyoba kerja, eh bayarannya cuma cukup buat beli pulsa. Dalam kondisi kaya gini yang ada dipikiran cuma “Gimana aku bisa menghasilkan uang buat makan.”

Saat kalian yang bekerja sangat mendambakan libur panjang, percayalah aku sudah bosan libur terlalu panjang. Dalam masa-masa selo, aku cuma bisa nulis di blog, sampai akhirnya wovgo.com tertarik memperkerjakanku sebagai seorang penulis konten dan yah dari situlah aku bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Walaupun aku sudah tidak lagi menjadi bagian dari wovgo.com, tapi wovgo tetap menjadi bagian dari diriku yang gak akan pernah terpisahkan, dia ada dalam bagian perjalanan hidup yang tidak akan aku ingkari dan orang-orang didalamnya juga akan tetap menjadi keluargaku.

Sejak saat keluar dari wovgo, aku mulai merintis karir sebagai penulis konten. Yah walaupun aku masih ragu menyebut diri sebagai penulis. Kenapa? Ada satu hal yang menamparku.

Lanjutkan membaca “Layakah Disebut Penulis (Sebuah Perenungan – Back To Blogging)”

Yang Patah Tumbuh Yang Hilang Berganti

Banda Neira adalah proyek iseng bertanggung jawab yang menjunjung tinggi spirit amateurisme.

Dulu ketika tinggal di Jakarta Rara Sekar adalah aktivis Hak Azasi Manusia di LSM Kontras. Kini ia hijrah ke Bali dan jadi pegiat sosial di organisasi non profit Kopernik. Kerjaanya, membagikan teknologi tepat guna untuk memberdayakan masyarakat di berbagai tempat. Sementara Ananda Badudu, dulu, kini, dan nanti adalah wartawan harian di Tempo. Kerjaanya, setiap hari keliling Jakarta mencari berita.

Siapapun tahu hidup di Jakarta akan terasa penat jika tak diselingi kegiatan-kegiatan menghibur diri. Oleh karena itu keduanya sepakat membentuk band. Formatnya sederhana saja, dua orang dan satu gitar. Kadang ada xylophone mainan nyempil. Atau impersonisasi terompet berhubung tak punya alat sesungguhnya. Meski formatnya dua orang, mereka menolak disebut duo, inginnya disebut band. Tak tahu pasti apa maksudnya.

Lanjutkan membaca “Yang Patah Tumbuh Yang Hilang Berganti”

TAHUN BARU, PERJUANGAN BARU

Hallo Gaes …

Udah masuk 2016 nih. Saya termasuk orang yang gak pernah bikin resolusi tiap tahun baru. Tapi gak tau kenapa tahun ini agak beda, baru tahun ini saya bikin resolusi. Yups, saya punya target yang pengen bisa saya capai di tahun ini. Tahun 2016 ini saya pengen banged bisa nerbitin buku dan kudu bisa bikin karya video. Oke lah udah dari tahun lalu pengen banget nerbitin buku dan belum kesampean, tapi taun ini harus kesampean (percaya ajah dech, udah mulai bikin kerangka kok).

Ada alasan yang akhirnya mendorong saya untuk membuat resolusi dan menyusun target di tahun 2016. Saat tahun baru saya mendapat sebuah email dari Pandji. Iyah, saya salah satu penikmat karya Pandji dan pernah 2x belanja di wsydnshop.com yang merupakan toko online Pandji. Nah karena pernah belanja disitu, akhirnya saya sering dikirim email gitu. Kalo kalian pernah beli di wsydnshop.com pasti juga bakalan dapet email kok. Nah di dalam email itu dikalimat pertama Pandji membukanya dengan sebuah statement “Setiap tahun baru, saya selalu merasa tahunnya yang meninggalkan kita, bukan kita yang meninggalkan tahun tersebut. Waktu bergerak terus, sementara kita belum tentu.”

Sebuah statement yang nampol banget asli.

Lanjutkan membaca “TAHUN BARU, PERJUANGAN BARU”

Hadiah Akhir Tahun Yang Berwarna Dari ‘Efek Rumah Kaca (ERK)’

4d193e36-0314-4061-8e63-a65039127cff_169//embedr.flickr.com/assets/client-code.js

Sudah 5 tahun sejak kita berdiam diri di Kamar Gelap. Menanti dengan sigap menunggu kapan rilisnya album terbarunya. Sempat diberi hadiah sister band nya yaitu, ‘Pandai Besi’ dengan musik kompleks yang begitu artistik, tapi tetap kami masih terus terjaga menanti album baru ERK.

Sudah 2 album yang begitu mempesona dengan tema-tema yang tak terduga. Album Efek Rumah Kaca (Self Title) dan Kamar Gelap yang sudah menemani menjadi playlist wajib setiap kali  naik mobil. Dan kami yakin album ke tiga mereka akan lebih luar biasa.

Lanjutkan membaca “Hadiah Akhir Tahun Yang Berwarna Dari ‘Efek Rumah Kaca (ERK)’”

Bukan Lagi Jamannya Offline, Ayo Bawa Bisnismu Go Online

Sumber : pixabay.com

Artikel ini bersumber dari wovgo.com

Teman-teman sudah punya bisnis? Pernah gak kepikiran buat ngembangin bisnisnya melalui internet? Yah bisa dibilang bisnis yang “Go Online”.

Sekarang internet sudah semakin berkembang. Hampir semua orang sekarang sudah terkoneksi dengan internet. Apalagi sudah banyak orang yang memiliki smartphone yang bisa terkoneksi dengan Internet, jadi internet sudah menjadi bagian hidup masyarakat di era ini.

Dengan semakin berkembangnya internet dikalangan masyarakat ini juga yang membentuk sebuah gaya hidup baru di masyarakat. Masyarakat sekarang ini mencari segala sesuatu di Internet. Mulai dari mencari informasi, barang ataupun jasa.

Hal inilah yang harusnya mulai dilirik oleh para pengusaha untuk membawa bisnis mereka semakin dekat dengan masyarakat, dengan menjadikannya Online. Tapi masih banyak keraguan yang dimiliki oleh banyak pengusaha atau mungkin kalian juga. Masih adanya keraguan, bagaimana prospeknya dan seefektif apakah nantinya dalam penjualan dan hal-hal lain.

Nah disini saya akan memberikan beberapa alasan, mengapa bisnis milik kalian harus segera Online.

Lanjutkan membaca “Bukan Lagi Jamannya Offline, Ayo Bawa Bisnismu Go Online”

Tips Cepat Menyelesaikan Naskah (Ala Diva Press)

Sumber : https://www.facebook.com/notes/penerbit-diva-press/tips-cepat-menyelesaikan-naskah/997238850317899

Saya beberapa waktu lalu sempet bersemangat banget buat bikin naskah buku. Pengen ajah gitu bisa punya buku karangan sendiri terus bisa terbit dan dinikmati banyak orang. Tapi apalah dayaku. Aku mah apa atuh, cuma pinggiran koreng. Udah berbulan-bulan naskahku gak kelar-kelar juga. Akh… syit. Mimpi hanyalah mimpi jika tidak ada eksekusi.

Nah beberapa waktu lalu, aku liat sebuah artikel nih dari Diva Press tentang Tips Cepat Menyelesaikan Naskah. Gara-gara baca artikel ini akhirnya aku bersemangat lagi nyusun naskah (jangan tanya kelarnya kapan). Buat temen-temen yang punya masalah yang sama kaya saya, nih saya bagi artikelnya.

“Ini naskah novelku sudah dua kali lebaran haji kok nggak kelar-kelar sih?”

“Dih, nulis cerpen 10 halaman saja sebulan kok nggak rampung. Keburu ditutup lombanya. Hiks.”

“Naskah buku TOEFL-ku ini bakalan keren banget kalau sudah jadi.”  (*Tapi itu ngomongnya 5 tahun lalu. Sampai sekarang naskahnya masih entah)

Lanjutkan membaca “Tips Cepat Menyelesaikan Naskah (Ala Diva Press)”